Banner

Patos, Etos, Logos, dan Uswatun Hasanah dalam Pendidikan

Oleh: Dr. KH. Qudsi Ahmad, M.Pd.I

Dalam dunia dakwah dan pendidikan dikenal tiga konsep penting dalam falsafah Yunani, yaitu patos, etos, dan logos.

Patos adalah kemampuan menyentuh hati dan perasaan. Seorang dai atau guru harus mampu menyampaikan pesan yang membuat orang tergerak untuk berubah.

Etos adalah keteladanan, karakter, dan integritas. Seorang guru tidak cukup hanya pandai berbicara, tetapi juga harus memberikan contoh melalui perilakunya.

Sedangkan logos adalah ilmu dan kemampuan berpikir secara logis. Seorang guru dan dai harus memiliki ilmu yang cukup agar apa yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam budaya Indonesia kita mengenal ungkapan “guru digugu dan ditiru.” Artinya, perkataan guru dipercaya dan perilakunya diteladani. Ada pula ungkapan, “guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Ungkapan ini mengingatkan bahwa perilaku guru sangat mudah ditiru oleh murid.

Dalam konsep pendidikan Islam, keteladanan dikenal dengan istilah uswatun hasanah atau contoh yang baik. Allah SWT berfirman:

«لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ»

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

Karena itu, seorang guru atau dai harus berusaha menjadi contoh sebelum meminta orang lain melakukan sesuatu.

Jika sebuah lembaga pendidikan mengalami kemajuan, tentu itu merupakan nikmat yang harus disyukuri. Namun, kemajuan juga bisa menjadi ujian dari Allah. Apakah semakin maju kita semakin amanah, disiplin, rendah hati, dan semakin baik dalam memberikan pelayanan pendidikan?

Sebaliknya, apabila sebuah lembaga mulai kurang diminati masyarakat, jumlah siswa menurun, banyak siswa bolos, alfa, terlambat, atau tidak mengikuti pembelajaran, maka jangan hanya menyalahkan siswa.

Harus ada evaluasi.

Kita perlu bertanya: Apakah guru sudah menjadi teladan? Apakah pembelajaran menarik? Apakah disiplin sudah diterapkan secara konsisten? Apakah siswa merasa nyaman dan dihargai? Apakah pimpinan dan guru sudah memberikan contoh yang baik?

Inilah pentingnya patos, etos, logos, dan uswatun hasanah.

Patos menyentuh hati.
Logos mencerdaskan pikiran.
Etos membangun kepercayaan.
Uswatun hasanah memberikan keteladanan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari banyaknya siswa, megahnya gedung, atau banyaknya program. Keberhasilan pendidikan yang sesungguhnya adalah ketika lembaga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, disiplin, dan memiliki karakter yang baik.

Karena itu, sebelum kita bertanya, “Mengapa siswa tidak disiplin?”, mungkin kita perlu bertanya kepada diri sendiri:

“Sudahkah kita menjadi teladan kedisiplinan?”

Sebelum bertanya, “Mengapa siswa tidak bersemangat belajar?”, kita perlu bertanya:

“Sudahkah kita mengajar dengan penuh semangat?”

Sebab pendidikan yang baik selalu dimulai dari keteladanan gurunya.
F