Banner

Sidang Terbuka Promosi Doktor KH. Yusuf Aman Berlangsung Lancar di Universitas Islam Jakarta


Jakarta, 12 Agustus 2026 — Sidang terbuka promosi doktor KH. Yusuf Aman di Universitas Islam Jakarta berlangsung tertib, khidmat, dan lancar pada Rabu (12/8/2026). Sidang tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik sekaligus penguatan kajian pendidikan Islam berbasis khazanah intelektual ulama Nusantara.
Dalam sidang promosi tersebut, KH. Yusuf Aman mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Pendidikan Tasawuf dalam Kitab Siyar al-Salikin Karya Syekh Abdul Samad al-Palimbani dan Relevansinya dengan Pendidikan Keagamaan.”
Penelitian ini mengkaji secara mendalam konsep dan nilai-nilai pendidikan tasawuf yang terkandung dalam Siyar al-Salikin, karya monumental Syekh Abdul Samad al-Palimbani, salah satu ulama besar Nusantara. Kajian tersebut tidak berhenti pada aspek pemikiran tasawuf, tetapi juga menelaah relevansinya dengan kebutuhan pendidikan keagamaan pada masa kini.

Melalui penelitian tersebut, KH. Yusuf Aman menegaskan bahwa tasawuf memiliki dimensi pendidikan yang strategis dalam membentuk manusia yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga karakter, akhlak, kedalaman spiritual, dan kepribadian yang baik.
Pemikiran Syekh Abdul Samad al-Palimbani dalam Siyar al-Salikin menjadi penting untuk dikaji kembali di tengah tantangan pendidikan modern yang tidak jarang lebih menekankan aspek kognitif. Nilai-nilai spiritual dan pembentukan akhlak perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari proses pendidikan agar lahir generasi yang memiliki ilmu sekaligus integritas moral.

Karena itu, disertasi KH. Yusuf Aman memiliki relevansi yang kuat dengan pengembangan pendidikan keagamaan. Kajian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa khazanah keilmuan ulama Nusantara memiliki kekayaan pemikiran yang masih relevan untuk menjawab persoalan pendidikan dan pembentukan karakter generasi masa kini.

Sidang terbuka ini juga memiliki arti penting bagi pengembangan tradisi akademik Islam, khususnya dalam menghidupkan kembali penelitian terhadap karya-karya ulama Nusantara. Kajian semacam ini diharapkan dapat memperkuat posisi khazanah Islam Nusantara dalam perkembangan pemikiran dan pendidikan Islam kontemporer.
Atas capaian tersebut, Dr. KH. Qudsi Ahmad, M.Pd.I., Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tahfidz Qur’an Daar Assalam Attahiriyah sekaligus Anggota MUI DKI Jakarta Bidang Dakwah, menyampaikan ucapan selamat kepada KH. Yusuf Aman.

«“Selamat dan sukses kepada KH. Yusuf Aman atas terselenggaranya sidang terbuka promosi doktor. Semoga capaian akademik ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari pengabdian untuk mengembangkan pendidikan Islam, kajian tasawuf, dan khazanah intelektual ulama Nusantara. Semoga ilmu dan gelar doktor yang diraih menjadi sumber keberkahan serta semakin luas manfaatnya bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan,” ujar Dr. KH. Qudsi Ahmad, M.Pd.I.»

Gelar doktor tersebut diharapkan menjadi pijakan baru bagi KH. Yusuf Aman untuk terus memperkuat tradisi keilmuan, penelitian, pendidikan, dan dakwah. Lebih dari sekadar pencapaian akademik, karya ilmiah yang dihasilkan diharapkan mampu menjembatani warisan keilmuan ulama Nusantara dengan tantangan pendidikan Islam di era modern.

Dengan demikian, penelitian terhadap Siyar al-Salikin bukan sekadar upaya membaca kembali karya ulama masa lalu, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan nilai-nilai tasawuf yang relevan untuk membangun pendidikan Islam yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter.
F