Banner

MUI Koja Gelar Bedah Buku Direktori Ulama dan Habaib Betawi dari Abad ke-17 sampai Abad ke-21

JAKARTA UTARA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Koja, Jakarta Utara, menggelar bedah buku berjudul Direktori Ulama dan Habaib Betawi dari Abad ke-17 sampai Abad ke-21, Ahad, 13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Makhad Tahfidz Masjid Al-Jihad tersebut berjalan dengan baik dan lancar.
Acara diawali dengan penampilan para santri. Selanjutnya, rangkaian acara dipandu oleh Gus Muhammad Wildan, S.Pd. selaku MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Dailami, M.Pd. bacaan sholawat dari tim Hadrah pondok pesantren Darussalam Attahiriyah
Rangkaian sambutan diawali oleh Ketua DKM Masjid Al-Jihad, Ustaz Sodiq, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Umum MUI Koja, KH. Ahmad Ghazali, SHI serta sambutan Penasehat MUI Koja, KH. Ir. Andi Muhammad Yusuf.

Memasuki acara inti, bedah buku dipandu oleh Dr. Muhammad Khadafi, M.Pd. selaku moderator. Hadir sebagai pembicara utama sekaligus penulis buku, KH. Rahmat Jaelani Kiki, M.M.
Sementara itu, buku tersebut ditelaah oleh dua penelaah, yakni Dr. KH. Qudsi Ahmad, M.Pd.I. dan Dr. KH. Ustaz Idrus, M.Pd.

Buku Direktori Ulama dan Habaib Betawi dari Abad ke-17 sampai Abad ke-21 menjadi bahan penting untuk menelusuri jejak, kiprah, dan kontribusi ulama serta habaib Betawi dalam perjalanan sejarah Islam di Jakarta dan sekitarnya. Rentang pembahasan dari abad ke-17 hingga abad ke-21 juga memberikan gambaran tentang kesinambungan peran ulama dari generasi ke generasi.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Setelah pemaparan penulis dan telaah dari para penelaah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta turut aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait isi buku serta khazanah sejarah ulama dan habaib Betawi.

Sebagai bentuk apresiasi, acara dilanjutkan dengan foto bersama serta penyerahan sertifikat dari MUI Koja kepada para pemateri dan penelaah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Dr. Sadikin Zarkasih, dilanjutkan dengan salat Zuhur dan ramah tamah.

Bedah buku ini menjadi salah satu ikhtiar MUI Koja untuk memperkuat tradisi literasi dan kajian keislaman sekaligus menjaga khazanah sejarah ulama dan habaib Betawi agar terus dikenal, dikaji, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
F