Banner

UJIAN LISAN TAFSIR JALALAIN Berbasis Musyawarah dan Peer Learning

Pelaksanaan ujian lisan mata pelajaran Tafsir Jalalain di Pondok Pesantren Modern Tahfidz Qur’an Daar Assalam Attahiriyah Putri dilaksanakan dengan metode Ujian Lisan Berbasis Musyawarah dan Peer Learning. Metode ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an, memahami tajwid, menerjemahkan dan memahami makna ayat, menjelaskan kandungan Tafsir Jalalain, serta melatih keberanian, kemampuan bertanya, menjawab, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat.

Tahapan Pelaksanaan

1. Pembukaan
Santri yang mendapat giliran maju ke depan, mengucapkan salam, kemudian mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian.

2. Pembacaan Ayat
Guru menentukan ayat Al-Qur’an yang akan dibaca. Santri membaca ayat tersebut dengan memperhatikan kelancaran, makhraj, dan ketepatan bacaan.

3. Penjelasan Tajwid
Santri menjelaskan hukum-hukum tajwid yang terdapat dalam ayat yang dibaca serta menunjukkan penerapannya.

4. Penjelasan Makna Ayat
Santri menyampaikan makna atau terjemahan ayat dan menjelaskan pemahamannya terhadap makna tersebut.

5. Penjelasan Tafsir Jalalain
Santri menjelaskan maksud dan kandungan ayat berdasarkan Tafsir Jalalain, termasuk pesan, nilai pendidikan, akhlak, dan pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut.

6. Musyawarah dan Peer Learning
Setelah santri selesai menyampaikan penjelasan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antarsantri. Santri lain yang bertugas mengajukan pertanyaan kepada santri yang sedang diuji, kemudian santri yang diuji memberikan jawaban berdasarkan pemahamannya terhadap ayat dan Tafsir Jalalain.

Dalam proses tersebut, guru berperan sebagai pembimbing, fasilitator, dan pengawas. Guru memberikan dukungan dan motivasi kepada santri, memantau jalannya proses pembelajaran, serta mengamati ketepatan jawaban dan penjelasan.

Apabila terdapat kekeliruan atau pemahaman yang kurang tepat, guru memberikan koreksi, klarifikasi, dan penguatan sehingga kesalahan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran bersama.

7. Penutup dan Pergantian Santri
Setelah seluruh rangkaian selesai, guru memberikan penguatan atau evaluasi singkat, kemudian ujian ditutup dengan doa. Selanjutnya, santri berikutnya maju secara bergiliran untuk mengikuti tahapan yang sama.

Tujuan dan Nilai Pendidikan

Model Ujian Lisan Berbasis Musyawarah dan Peer Learning tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi hasil belajar, tetapi sekaligus menjadi proses pembelajaran aktif. Santri belajar dari guru sekaligus belajar dari sesama santri melalui kegiatan bertanya, menjawab, mengoreksi, dan berdiskusi.

Melalui metode ini diharapkan santri memiliki kemampuan untuk:

- membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar;
- memahami dan menerapkan kaidah tajwid;
- memahami makna dan kandungan ayat;
- menjelaskan Tafsir Jalalain secara lisan;
- mengembangkan kemampuan berpikir kritis;
- berani bertanya dan menjawab;
- mampu menyampaikan pendapat dengan baik;
- membangun budaya musyawarah dan saling belajar;
- memiliki kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.

Dengan demikian, ujian lisan Tafsir Jalalain bukan sekadar kegiatan untuk mengukur kemampuan santri, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan pemahaman keislaman, dan pengembangan keterampilan komunikasi santri dalam semangat ta'allum, ta'lim, dan musyawarah.

“Belajar bersama, bertanya bersama, memahami bersama, dan tumbuh bersama.”
F