Class Meeting Santri Putra PPTQ Daar Assalam Attohiriyyah Tanamkan Jiwa Kompetitif, Sportif, dan Kepemimpinan
Jakarta, Juli 2026 – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Daar Assalam Attohiriyyah menggelar kegiatan Class Meeting Santri Putra Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan potensi santri setelah berakhirnya kegiatan pembelajaran semester.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri putra dengan menghadirkan berbagai perlombaan yang memadukan aspek keagamaan, akademik, olahraga, seni, dan keterampilan. Adapun cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi tarik tambang, kreasi senam, tahfidz Al-Qur'an, pencak silat, tenis meja, kaligrafi, sprint, sepak bola, pidato, dan bulutangkis.
Pengasuh pesantren menyampaikan bahwa seluruh perlombaan dirancang sebagai media pembelajaran yang mengedepankan konsep musabaqah atau kompetisi yang sehat. Melalui kegiatan tersebut, para santri didorong untuk berani tampil, mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta membangun rasa percaya diri dalam suasana yang edukatif dan penuh persaudaraan.
Selain mengasah kemampuan individu, sejumlah perlombaan beregu juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas. Para santri belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pribadi, tetapi juga oleh kekompakan tim dan sikap saling menghargai.
Perlombaan keagamaan seperti Tahfidz Al-Qur'an dan pidato menjadi wadah untuk memperkuat kecintaan santri terhadap Al-Qur'an sekaligus melatih kemampuan berdakwah. Sementara itu, cabang olahraga seperti sepak bola, bulutangkis, tenis meja, sprint, dan tarik tambang bertujuan membentuk fisik yang sehat, mental yang tangguh, serta semangat pantang menyerah.
Melalui penyelenggaraan Class Meeting ini, PPTQ Daar Assalam Attohiriyyah berharap dapat membentuk santri putra yang berkarakter Qurani, mandiri, tangguh, berani menghadapi tantangan, memiliki jiwa kepemimpinan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu berkompetisi secara sehat tanpa mengabaikan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup yang akan menjadi bekal santri di masa depan.