Kultum Dzuhur Masjid Al-Istiqomah PTDI
Senin, 6 Juli 2026
Pemateri: KH. Sayid Hamidan, Lc.
Pentingnya Ibadah
Jamaah yang dirahmati Allah,
Allah SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan. Tujuan utama penciptaan kita telah Allah tegaskan dalam firman-Nya:
«وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ»
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56).
Inilah hakikat kehidupan manusia. Apa pun profesi kita, apa pun jabatan kita, dan sebanyak apa pun harta yang kita miliki, semuanya hanyalah sarana. Adapun tujuan akhirnya adalah beribadah kepada Allah SWT.
Karena itu, jangan sampai tujuan hidup tertukar. Dunia bukan tujuan, tetapi jalan menuju akhirat.
Fenomena yang kita saksikan hari ini justru banyak orang yang membalikkan keadaan. Mereka rela menghabiskan waktu dan tenaga demi urusan dunia, tetapi lalai terhadap ibadah. Ketika azan berkumandang, pekerjaan lebih didahulukan. Ketika ada kesempatan menambah harta, semangatnya luar biasa. Namun ketika kesempatan menambah amal datang, sering kali ditunda atau bahkan ditinggalkan.
Akibatnya, kehidupan menjadi kehilangan keberkahan. Sebab, keberkahan bukan diukur dari banyaknya harta, melainkan dari kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
Di tengah masyarakat juga berkembang cara berpikir yang kurang tepat. Ada yang mengatakan, "Wajar jika pelaku zina, pencuri, penjudi, atau pelaku maksiat lainnya di Indonesia banyak yang beragama Islam, karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas Muslim." Demikian pula di negara lain yang mayoritas penduduknya menganut agama tertentu, maka pelaku kejahatan di sana pun umumnya berasal dari agama mayoritas tersebut.
Cara berpikir seperti ini keliru. Yang menjadi ukuran bukanlah identitas agama seseorang, melainkan sejauh mana ajaran agamanya dipahami, diimani, dan diamalkan. Islam tidak pernah mengajarkan kemaksiatan. Islam justru memerintahkan kejujuran, menjaga kehormatan, menegakkan keadilan, dan melarang segala bentuk kezaliman.
Oleh karena itu, apabila umat Islam benar-benar mengamalkan ajaran Islam secara kaffah, menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup, maka akan terwujud masyarakat yang aman, damai, adil, sejahtera, dan penuh keberkahan. Yang perlu diperbaiki bukanlah ajaran Islamnya, melainkan kualitas pengamalan umat terhadap ajaran Islam.
Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang tetap teguh memegang agamanya di tengah manusia yang banyak lalai. Beliau bersabda:
«طُوبَى لِلْغُرَبَاءِ»
"Berbahagialah orang-orang yang asing."
Mereka adalah orang-orang yang tetap istiqamah menjalankan agama ketika banyak manusia meninggalkannya, tetap memperbaiki keadaan ketika orang lain berbuat kerusakan, dan tetap taat meskipun harus berbeda dengan kebanyakan manusia.
Semoga kita termasuk golongan al-ghurabā', yaitu orang-orang yang selalu menjaga ibadah, mengutamakan ridha Allah di atas kepentingan dunia, dan istiqamah mengamalkan Islam hingga akhir hayat.
Wallāhu a'lam bish-shawāb.