Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Daar Assalam Attahiriyah Putri, Momentum Kaderisasi dan Estafet Dakwah Santri
RAWALUMBU — Pondok Pesantren Modern Tahfidz Qur’an Daar Assalam Attahiriyah Putri menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam dua tahap. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat proses kaderisasi dan regenerasi dakwah di kalangan santri.
Tahap pertama dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal, bertempat di Pondok Pesantren Modern Tahfidz Qur’an Daar Assalam Attahiriyah Putri, Rawalumbu. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan melibatkan para santri sebagai pelaksana utama.
Dalam kegiatan tersebut, santri kelas 5 KMI dipercaya menjadi penceramah, sedangkan santri kelas 4 bertugas sebagai panitia. Sementara itu, santri kelas 1, 2, dan 3 turut tampil dalam berbagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat bimbingan dari para asatidz dan asatidzah.
Tahap kedua dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pada kegiatan ini, santri kelas 5 KMI kembali dipercaya sebagai panitia, sementara santri kelas 1, 2, 3, dan 4 turut berpartisipasi dalam berbagai penampilan. Tausiah pada tahap kedua disampaikan oleh unsur ustadz dan ustadzah yang berada di lingkungan Pondok Pesantren.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Qudsi Ahmad, M.Pd.I, menyampaikan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi di lingkungan pesantren tidak hanya bertujuan memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pengkaderan dan kaderisasi dakwah.
“Ini adalah proses pengkaderan atau kaderisasi yang harus terus dilanjutkan. Momentum peringatan Maulid Nabi menjadi bagian dari persiapan pelanjut tongkat estafet dakwah, agar perjuangan dakwah tidak berhenti pada satu generasi,” ungkapnya.
Menurut Dr. KH. Qudsi Ahmad, para santri perlu diberikan ruang dan pengalaman untuk tampil, memimpin, menyampaikan tausiah, menjadi panitia, serta mengambil berbagai peran dalam kegiatan pesantren. Hal tersebut merupakan bagian dari pendidikan kepemimpinan dan persiapan generasi penerus dakwah.
Turut hadir KH. Jaman Alwani, S.Pd., selaku Penasehat Yayasan. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan sambutan dan arahan kepada para santri agar senantiasa meningkatkan ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal untuk melanjutkan perjuangan Islam.
Tausiah dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi tersebut juga disampaikan oleh Ustadz H. Ahmad Mubarok, Lc. Sementara itu, kegiatan tahlil dipimpin oleh Dr. Ustadz Muammar Kadafi, M.Pd.
Peringatan Maulid Nabi turut dihadiri oleh tokoh masyarakat di sekitar Pondok Pesantren. Kehadiran para tokoh masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara pesantren dengan lingkungan masyarakat.
Melalui pelaksanaan Maulid Nabi dalam dua tahap tersebut, Pondok Pesantren Modern Tahfidz Qur’an Daar Assalam Attahiriyah Putri tidak hanya menjadikan kegiatan sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan kaderisasi.
Para santri diberikan kesempatan untuk terlibat langsung sebagai panitia, penceramah, petugas acara, maupun pengisi kegiatan. Dengan demikian, mereka memperoleh pengalaman sekaligus pembelajaran tentang kepemimpinan, tanggung jawab, keberanian tampil di hadapan publik, dan kemampuan berdakwah.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kesiapan untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan dan dakwah Islam di tengah masyarakat.